Entrok

“Mama, bagaimana kalau aku dituding komunis hanya karena pakaian dalam?” tanya seorang gadis sembari menunjukkan entroknya yang bermotif palu dan arit.

“Kenapa memangnya?” tanya sang perempuan yang lebih tua, menghembuskan asap rokok dari celah bibirnya.

“Aku tidak mau dituntut dan dipenjarakan karena hal ini, Mama.”

“Kalau sampai hal itu terjadi, tuntut balik mereka karena melihat entrok yang melekat di dada ranummu itu,” jawab sang Mama sebelum melanjutkan, “Sebab mereka yang membayar mahal untuk melepas entrokmu di tempat pelacuran ini, sama berdosanya dengan seorang komunis.”

Advertisements

14 thoughts on “Entrok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s